Senin, 15 November 2010

JANGANLAH KITA BERLAKU SOMBONG (NASEHAT SEDERHANA UNTUK SEORANG SAHABAT)

by Apriansyach Taufik on Monday, November 15, 2010 at 9:07am
Dipagi yang indah ini, 08 Dzulhijjah 1431 H, mari kita berbagi pesan kebaikan di bulan yang mulia ini, bulan dimana ketaatan dan iman Nabi Besar kita Ibrahim AS dan putranya Nabi Besar Ismail AS tengah diuji oleh Allah, bulan dimana para kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia tengah berkumpul di Tanah Kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad SAW untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima Al Hajj, sehingga sedari-Nya semoga kita semua berolehkan kebaikan yang tak tak terhingga kiranya.
Wahai Sobat, diri ini laksana setitik debu yang berterbangan, tak ada daya bila dibandingkan dengan luasnya alam semesta. Maka janganlah sekali-kali menyimpan rasa sombong walau hanya sebesar biji sawi (atom) pun, karena hal itu akan menghalangi kita tuk merasakan indahnya nikmat dan rahmad Allah dalam keabadian surga-Nya.

Wahai Sobat, kesombongan adalah jubah kebesaran yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang makhluk seperti kita, karena memang kita tercipta sebagai seorang hamba, hanya seorang hamba yang memiliki kelemahan yang tak terhingga. Ingatlah sesungguhnya tujuan keberadaan kita disini tiada lain hanya untuk beribadah dan menyampaikan pesan keislaman kita sebagai rahmat bagi sekalian alam, dan segala sesuatu yang kita lakukan haruslah memiliki dasar atas penghambaan diri kepada-Nya.

Wahai Sobat, apa yang kita miliki sesungguhnya tidak akan pernah abadi, karena keabadian hanyalah kemutlakan bagi-Nya. Setiap nafas yang kita hirup akan memiliki pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Setiap detak jantung yang kita lalui akan menanyakan apa yang telah kita lakukan selama ia berdetak. Jika kita dianugrahkan sebuah kelebihan, maka hal itu tidaklah menjadi pembeda atas diri kita dihadapan-Nya, karena memang yang akan membedakan setiap hamba dari hamba lainnya hanyalah tingkat ketaatan dan ketakwaan kepada-Nya. Raih dan raihlah kesempatan kita untuk melakukan yang terbaik dalam hidup kita dengan dasar ibadah kepada-Nya.

Wahai Sobat, meskipun kita diberikan oleh Allah suatu kelebihan yang mungkin tak dimiliki oleh orang disekitar kita, lantas janganlah hal itu menjadikan kita berlaku dan membanggakannya secara berlebihan, karena hal itu sangatlah tidak disenangi oleh Sang Pencipta dan Pemberi Amanah atas kelebihan yang kita miliki.

Wahai Sobat, senantiasalah berbagi nasehat kepada sesama, karena itu akan menjadi bekalan amal jariyah yang tak terputus bagi kita kelak, meskipun kita telah tiada di kehidupan ini. Janganlah merasa malu tuk menjalankan perintah-Nya, karena rasa malu itu hanya akan menjauhkan kita dari ridha-Nya. Janganlah bersikap angkuh ketika kabar akan kebaikan dari firman-Nya datang menghampiri kita, karena itu akan mendekatkan kita kepada laknat-Nya.

Wahai Sobat, senantiasalah menampilkan mimik wajah terbaikmu ketika berhadapan dengan orang disekitarmu, dan janganlah sekali-kali engkau menampilkan wajah masam, acuh, bahkan wajah marah yang penuh dengan kesombongan, karena hal itu akan menjauhkanmu dari indahnya rahmat Allah di dalam sebuah silaturahim.

Wahai Sobat, janganlah berkata dengan perkataan yang tidak disenangi oleh lawan bicaramu, dan janganlah pula engkau berkata dengan intonasi atau nada yang dapat mengganggu orang disekitarmu, karena itu mungkin akan membuat sebagian hati dari orang disekitarmu merasa risih bahkan terganggu bila mendengarkanmu, bahkan mungkin akan memunculkan fitnah dan prasangka buruk terhadap sifatmu. Maka senantiasalah bersantun dalam bicaramu dan jagalah perkataanmu.

Wahai Sobat, jadikanlah diri kita sebagai hamba yang senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki, atas apa yang telah Allah anugrahkan kepada kita. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang selalu bersyukur kepadanya, bahkan akan melimpahkan kenikmatan yang tak terhingga kiranya. Namun Sobat, janganlah sekali-kali nikmat yang Allah beri menjadikan diri kita lupa tuk bersyukur atasnya, dan hanya berlaku khilaf dan larut dengan semua perkara kesenangan dunia tampa mengucap syukur dan ingat bahwasanya apa yang diberi mestilah berorientasi pada ketaatan kepada-Nya. Ketahuilah sungguh Allah sangat membenci hal yang demikian, bila kita tidak dengan segera menyadari dan memohon ampun kepada-Nya, maka sungguh azab Allah sangatlah pedih.

Wahai Sobat, akhir kata sungguh belumlah pula layak diri ini menasehatkan kebaikan-kebaikan kepada semua, karena memang diri ini belumlah sebaik perkataan yang dipunya, bahkan mungkin nasehat ini lebihlah tepat tertuju pada diriku sendiri, namun setidaknya diri ini telah sedikit menyampaikan kebaikan, bilamana kali ini Sobat tiada besepakat, maka sungguh kewajibanku telah tertunai sudah, dan sungguh tak ada pemaksaan dalam keyakinan keislaman kita.

Depok, 15 November 2010 Pukul 08:16 WIB
Apriansyach Taufik

Jumat, 05 November 2010

DOAKU DIPAGI YANG INDAH DI HARI YANG MULIA

Apriansyach Taufik, dalam doa dipagi yang indah dihari yang mulia, Jum'at, 05 Oktober 2010, pukul 10:06 WIB; Depok.

Sebuah bingkai kehidupan beselipkan lembaran-lembaran kesulitan yang mesti dijalani, apapun itu! karena memang kita tercipta untuk dapat menaklukkan & menjadikan diri kita nahkoda dalam perahu kehidupan yang tengah kita jalani. Semoga sentiasa tiada ombak yang melebihi serambi sisinya, semoga tiada karang yang begitu besar menjadi penghalang laju sang perahu, dan semoga tiada arus yang amat deras melebihi kekuatan dayung perahuku.(Aprinsyach Taufik, Jum'at, 05 Oktober 2010)

Penat memang jika kita terus-terusan khawatir terhadap fenomena dan tantangan dalam hidup ini, namun semua itu mestinya tak membuat kita lupa akan hakekat hidup yang sebenarnya. Allah telah menganugrahkan akal dan hati, dimana dengan itu kita akan dapat menilai mana hal yang terbaik menurut kita. Tentunya penilaian-penilaian tersebut mestinya berawal dari sebuah keyakinan kita terhadap dasar-dasar kehidupan. Dan kita sebagai seorang muslim, yang menjadi dasar kehidupan kita tentunya Kitabullah Al Qur'anul Kariim dan As Sunnah Baginda Rasulullah SAW.

Sungguh bak sebuah peralatan elektronik yang baru saja kita beli, tentunya sebagai pengguna yang baik, kita akan terlebih dahulu membaca dan memahami buku pedoman pemakaian, penggunaan dan perbaikannya. Lantas kita tak dengan ujug-ujug (berbuat tanpa berpikir panjang; istilah dalam Bahasa Sunda) atau langsung menggunakannya, apalagi barang tersebut berupa barang yang masih tergolong langka dan belum ada yang memiliki. Dan semisalnya pun sudah banyak orang yang memiliki, sebagai pengguna pemula, pastinya kita akan berusaha memahaminya dengan otodidak, serta jika kita mengalami stagnan (bingung), pastinya kita akan mencari orang yang lebih tahu.

Nah, begitupula dengan ilmu dan pemahaman hidup. Kita sebagai seorang hamba, yang memang tercipta sebagai hamba, yang seluruh hidupnya diperuntukkan untuk mengaplikasikan penghambaan kepada Al Qudduss, maka kita membutuhkan pedoman dan syariat bagaimana cara menjalani hidup dalam keridhaan Ilahi.
Kembali lagi kepada dasar kehidupan kita yaitu Kitabullah Al Qur'anul Kariim dan As Sunnah Baginda Rasulullah SAW. Kita tidak akan pernah bisa menjalani hidup tanpa berpedoman kepada kedua sumber Hukum Islam tersebut. Memang betul, menjalani hidup dengan kaidah-kaidah keislaman itu sangatlah sulit, jika kita tak meletakkan keikhlasaan dan kesungguhan sebagai dasar dari niat kita. Dan ketahuilah, ketika kita merasa penat dalam penghambaan kita, lantas kita berusaha untuk tetap bersabar menjalaninya, maka sungguh kebaikan dan rahmad Allah akan sentiasa menyertai kita. Allah tidak akan mungkin meninggalkan hamba-Nya yang taat dan sabar dalam kesendirian di jalan-Nya.



Bissmillahirrahmanirrahim.
Astaghfirullahal Adzim, Astaghfirullahal Adzim, Astaghfirullahal Adzim.
Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Aliy Sayyidina Muhammad.

  • Allahurabby, Yaa Al Qudduss, sungguh Engkau Maha Suci, maka sucikanlah hati kami dari perbuatan-perbuatan yang dapat menjauhkan kami dari Ridha-Mu.
  • Allahurabby, Yaa Al-Qawiyyu, sungguh Engkau Maha Kuat, maka kuatkanlah hati kami dalam menjalani dan menghadapi segala tantangan dalam hidup ini.
  • Allahurabby, Yaa Al-Waliyyu, sungguh Engkau Maha Melindungi, maka lindungilah kami dari segala macam bentuk bahaya dan godaan yang dapat menjerumuskan kami jauh dari Rahmad-Mu.
  • Allahurabby, Yaa Al-Mu’izz, sungguh Engkau Maha Pemberi Kemuliaan, maka golongkanlah kami kepada orang-orang yang telah Engkau limpahkan kemuliaan iman keatas mereka.
  • Allahurabby, Yaa Ar-Rahmaan, sungguh Engkau Maha Pengasih, maka kasihilah kami yang hina ini, sebuah makna keindahan meskipun kami terkadang larut dalam kepongahan dan kesalahan.
  • Allahurabby, Yaa As-Salaam, sungguh Engkau Maha Menyelamatkan, maka selamatkanlah kami dari pedihnya siksa-Mu dihari akhir nanti.
  • Allahurabby, Yaa Al-Ghaffaar, sungguh Engkaau Maha Pengampun, maka ampunilah kami dari segala dosa dan khilaf kami.

Amien Allahumma Amien.

Rabu, 14 Oktober 2009

NASEHAT BAGI PENGGUNA FACEBOOK/FRIENDSTER/JS LAINNYA

“Kamu ada Facebook/Friendster/Jaringan Sosial Lainnya?’ atau “Add aku dong!”.

Seperti itulah kira-kira pertanyaan dan permintaan yang sering dilontarkan. Percaya atau tidak, karena sangat ngetrendnya Facebook/Friendster/Jaringan Sosial Lainnya hingga yang biasanya jarang menggunakan internet, bisa menjadi berinternet ria. Atau yang semula gaptek (gagap teknologi) internet menjadi ingin belajar internet karena sangat ingin bergabung dengan situs ini, bahkan orang-orang yang belum punya Facebook/Friendster/Jaringan Sosial Lainnya bisa dicap "tidak gaul/ketinggalan zaman".

Facebook/Friendster/Jaringan Sosial Lainnya bisa digunakan untuk memperluas jejaring dengan semua orang di seluruh dunia dan berguna juga untuk semakin mempererat dan menjalin kembali hubungan yang mungkin hampir pudar baik dengan keluarga, rekan, sahabat dll. Sampai-sampai kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa di SD, SMP, SMU, dan seterusnya.

Facebook/Friendster/Jaringan Sosial Lainnya tidak hanya digunakan oleh individu, tetapi bisa juga oleh lembaga, group, bahkan sebuah institusi. Facebook/Friendster/Jaringan Sosial Lainnya tentu BUKAN situs yang TERLARANG (meskipun sudah ada sebagian kelompok masyarakat yang mulai melarang penggunaannya). Karena substansinya ia hanyalah sebuah fasilitas, jadi baik atau buruk fungsinya sangat tergantung pada "bagaimana kita menggunakannya?"

Bila kita bergabung karena ingin menjalin silaturahim baik dengan keluarga, saudara, sahabat, rekan atau untuk sekedar menambah kenalan tentu tidak masalah. Namun hal tersebut dapat menjadi masalah bilamana ternyata digunakan untuk menonjolkan kelebihan identitas diri, pamer ketampanan/kecantikan di picture (sombong), sarana untuk bermaksiat, sarana untuk berselingkuh (bagi yang sudah menikah), penyebaran faham yang menyimpang, dan sebagai transaksi asusila, perbuatan immoral atau bahkan kriminalitas serta lain sebagainya. Hal demikianlah yang mesti kita luruskan, baik dengan niat dan caranya.

Banyak kalangan telah masuk dan bergabung dengan situs ini, termasuk kalangan yang mengaku sebagai aktivis dakwah (penyampai kebaikan) yang juga tidak mau ketinggalan untuk memanfaatkannya sebagai ajang silaturahim dan sarana untuk berbagi kebaikan dan nasehat dengan sesama.

Perkembangan teknologi memang sudah seharusnya digunakan untuk memperluas basis dan sebaran dakwah (penyampaian nilai kebaikan).

Sahabat semua, berhati-hatilah terhadap pujian dan kesombongan (Narchisme), karena semua hal itu akan dapat membutakan iman, mensirnakan kebaikan dan melenakan diri dalam buaian kehampaan yang hanya akan berujung kepada perbuatan dan membawa diri kepada keburukan (dosa). Karena sesungguhnya hanyalah Allah yang layak untuk menyandang jubah kesombongan dan tempat bermuaranya segala pujian kebaikan serta puncak kekuasaan.

Rasulullah SAW bersabda, “Taburkanlah pasir ke wajah orang yang suka memuji-muji”.

Mintalah fatwa pada hatimu, tentu engkau akam merasakan kegelisahan karena mengoleksi pujian dan memelihara kesombongan dalam diri. Cukuplah amal-amal itu tersiar di kalangan penduduk langit saja, itulah yang harus dilakukan dari sisi si penerima pujian dan pemangku amanah kelebihan nikmat yang dipinjamkan.

Sedangkan dari sisi si pemberi pujian. Alkisah riwayat, ada seorang yang tengah memuji-muji sahabat/kawannya di hadapan Rasulullah SAW, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)”. (HR.Ahmad)

Mengapa dikatakan "memenggal leher"? Karena hakekatnya, pujian itu bisa melenakan si penerima. Bila tak kuat iman, pujian bisa membuatnya ujub (bangga diri), riya (ingin dipuji), sum’ah (ingin kebaikannya tersiar), sehingga hapuslah pahala-pahalanya. Bayangkan, saudara kita ataupun diri kita sendiri yang semula tinggal sejengkal lagi jaraknya untuk memasuki pintu surga, menjadi terhempas kembali ke neraka akibat ujub, riya, dan sum’ahnya muncul ke permukaan. Dan itu disebabkan pujian yang melenakan dan kesombongan yang membutakan.

Gunakanlah Facebook/Friendster/Jaringan Sosial Lainnya dengan hal-hal yang bermanfaat, niscaya manfaat pula yang akan kita dapat dari padanya.

Rabu, 07 Oktober 2009

DUA SISI


Setiap orang mempunyai sisi negatif yang berusaha ia sembunyikan, dan Allah berbelas kasih untuk menutupinya dengan sisi positif yang Ia anugrahkan. Maka jgn pernah sesekali kita berlaku sombong terhadapnya, karena Allah sangat berwenang untuk mencabutnya kembali, sehingga hanya akan ada sisi negatif yang kita punya.

KUMPULAN NASEHAT (003)

Kutipan Status Harian Facebook. By: Apriansyach Taufik

Sungguh benar bahwa kita tidak akan tahu betapa berharganya apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak akan pernah tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya. (13 September 2009)

Jikalau manusia mengetahui kapan waktu akan meninggalkannya, niscaya tiada barang sedetikpun waktu yang akan ia biarkan berlalu tanpa berolehkan makna di dalamnya. (15 September 2009)

Sungguh tiada yang abadi kecuali Allah. "As'alullah lana wa lakul 'aafiah", (Semoga kasih sayang Allah atas yang terdahulu dan yang akan datang). (16 September 2009)

Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan yang tak berujung untuk masa lalu dan kekhawatiran yang berlebihan untuk masa depan, niscaya kita tak memiliki hari untuk disyukuri. (17 September 2009)

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta, karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan yang juga tulus kepadanya. (17 September 2009)

Siapapun boleh dan berhak berbahagia di hari raya. Namun tak semua orang berolehkan kemenangan di hari raya. (19 September 2009)

Love is believe, then give your love to those you believe. (23 September 2009)

Senantiasa berfikirlah sejenak, meskipun dalam kondisi penentuan keputusan yang harus diambil dengan cepat. (23 September 2009)

Semakin besar sebuah tantangan yang harus dihadapi, jika kita dapat melaluinya dengan baik, maka akan semakin besar pula kemenangan yang akan kita raih. Dan yakinlah bahwa setiap diri kita diciptakan dengan layak untuk dapat meraih kemenangan atas ta...ntangan yang harus kita lalui. Namun semua itu kembali pada kesungguhan & keyakinanmu dalam berikhtiar meraihnya. (24 September 2009)

Dulu telah berlalu, kini tengah bergulir, nanti tempah bermimpi. (26 September 2009)

The more you understand, the more you are able to be more tolerant towards those differences. (26 September 2009)

Alasan cinta adalah "Karena". Bukti cinta adalah "Walaupun". (26 September 2009)

Sifat malu yang sewajarnya (Positif), akan mengantarkan kita kepada kerendahan hati. Namun sifat malu yang berlebihan (Negatif), akan mengantarkan kita kepada kerendahan diri. (27 September 2009)

Rentang waktu terkadang membuat kita lupa, apakah kita ini berada di awal waktu, di tengah waktu atau malah kita sudah berada dipenghujung atau akhir dari waktu. Sungguh tiada yang pernah tau berapa lagi waktu yang tersisa untuk kita. Semoga kita termasuk orang yang memanfaatkan waktu. (28 September 2009)

Raihlah dunia dengan kebersamaan, dan gapailah akhirat dengan keyakinan. (30 September 2009)

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan kehidupan adalah sebuah pinjaman. Cepat atau lambat tamu pastilah akan pergi, dan sebuah pinjaman pastilah harus dikembalikan. (01 Oktober 2009)

PRINSIP DASAR ILMU MANAJEMEN DALAM AL QURAN

Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka.


(PLANING / PERENCANAAN)
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”. (Al Anfaal ayat 60)

Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu:
Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis.
Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.
Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan.
Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.
Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.


(ORGANIZING / PENGORGANISASIAN)
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”. (Ash Shaff ayat 4).

Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.


(ACTUATING / AKTUALISASI / PELAKSANAAN KERJA)
“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At Taubah 105).

Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.


(CONTROLING / PENGAWASAN)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Al Qaaf 16-18).

Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.

Dikutip dari: http://syaddad.wordpress.com

KUMPULAN NASEHAT (002)

Kutipan Status Harian Facebook. By: Apriansyach Taufik

Jauh sebelum engkau menjadi spt saat ini. Ada seorang wanita mulia yang tlh melahirkanmu, membesarkanmu, mendidikmu & menjagamu dgn penuh harapan, ketulusan, cinta & kasihnya, hgg dirimu mulai mengenal & memahami dunia yg akan kau jalani. Maka sayangilah Ia dgn sayangmu yg paling sempurna setelah sayangmu kepada Allah, Rasul & DienNya.
Setelah engkau menyayangi Ibumu, mk sayangilah Ayahmu, krn Ia telah berjuang & berkorban utk kebahagiaanmu, agar dirimu tiada jauh dari kecukupan & dpt tersenyum setara dgn rekan-rekan sebayamu. Walaupun mgkn hal tersebut tidaklah sepenuhnya memenuhi semua keinginan "lebihmu", tapi itu jika kamu tidak berfikir.
Jikalah tiada sempat dirimu menyayanginya dgn menatap lgsg kedua wajah bijak mereka di dunia. Maka jgn bersedih, sayangilah mereka dgn untaian doa-doamu atas keduanya & kesungguhan ibadahmu kepada Allah SWT. Niscaya hal demikian akan lebih bermakna bg mereka disana. (05 September 2009).

Ketika kita "keras" terhadap kehidupan. Niscaya kehidupan akan "tunduk" kepada kita. Namun sebaliknya, ketika kita lemah terhadapnya, maka kita akan mudah untuk dikalahkan. (05 September 2009).

Orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal yang terbaik, melainkan mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. (06 September 2009).

Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali. (07 September 2009).

Berhati-hatilah tehadap "Riya", jgn biarkan ia membelenggu hatimu, kerna ia akan mencuri setiap amal baikmu secara diam-diam (tak terduga). (07 September 2009).

Sabar dan syukur ibarat dua sisi koin emas berharga yang tak terpisahkan. Ketika orang bersabar kerna Allah, maka sesungguhnya ia telah bersyukur. Begitu pula sebaliknya. (08 Serptember 2009).

Manusia yang bijak ialah manusia yang mengambil iktibar (hikmah/intisari) dari setiap kejadian yang berlaku dan sentiasa menerima setiap nasehat yang didengarnya. (09 September 2009).

Jauhilah kesombongan, karena kesombongan dapat menjadikan diri kita kerdil akan pengetahuan, membatasi kita untuk meraih sesuatu yang lebih baik, mengikis iman kita, serta menutup mata, hati dan telinga kita, hingga akan merenggut kasih sayang dan keridhaan Allah terhadap diri kita. (09 September 2009).

Eksistensi (Istiqamah) dan Kualitas (Nilai Kesempurnaan) ibadah, adalah lebih utama dari pada jumlah ibadah itu sendiri, akan tetapi jangan pernah pula kita mengabaikan salah satu dari ketiganya. (10 September 2009)